Kisah Nyata : Kawasaki ZX25R Diisi Pertalite, Bikin Mumet Satu Bengkel

kawasaki-zx-25-r

Masbrooo…kisah ini, mungkin bisa menjadi pelajaran bagi kita semua. Karena kesalahan dalam mengambil keputusan, bakal menjadi bumerang yang bisa menghancurkan sepeda motor kesayangan kita. Dan ini kisah nyata, yang saya temukan di bengkel.

Jadi masbro, pagi itu. Bengkel tempat saya bekerja, kedatangan seorang konsumen dengan membawa Kawasaki ZX25R yang di towing. Saya ingat, owner tersebut bilang, bahwa sejak kemarin ZX25R miliknya mogok. Setelah melengkapi data diri, kami meminta waktu kurang lebih satu hari, untuk melakukan pengecekan secara menyeluruh sepeda motor miliknya.

Nah…kami curiga, ketika mencoba menilik ke dalam tangki bensin menggunakan senter. Bahan bakar yang digunakan berwarna hijau, yang identik dengan warna Pertalite. Tidak pakai waktu lama, kami langsung lakukan tindakan pengurasan pada tangki bensin.

Dan benar saja, ketika dikuras, bensin yang digunakan oleh si owner ini ternyata Pertalite. Langsung, kami coba ganti dengan bensin Pertamax. Tapi motor tetap tidak mau nyala. Jujur saja, waktu itu kami dibuat pusing. Karena kejadian seperti ini, belum pernah terjadi.

Walaupun sudah coba dibersihkan beberapa parts, seperti fuelpump, injector, throtle body dan juga busi. Tetap saja, motor tidak mau nyala. Wes…pokoknya dibuat mumet masbro, sama motor ini.

Untungnya, kami kedatangan satu ZX25R satu lagi yang normal. Kami coba lakukan pertukaran parts, untuk menguji parts mana yang benar-benar bermasalah. Akhirnya ditemukan, bahwa penyakitnya berasal dari fuelpump yang sudah rusak.

Jujur saja masbro, titik kompresi ZX25R ini memang 12,5 : 1. Dan minimum bensin yang harusnya diapakai adalah bensin yang oktannya 92 keatas. Tapi, itu kan harusnya, secara teori yang  bermasalah di ruang bakar, bukan di fuelpump.

Nah kalau ini kejadiannya di fuelpump. Besar kemungkinan, bensin yang digunakan sebelumnya sudah kotor. Jadi merusak komponen pada fuelpump yang kompleks. Tapi ini asumsi pribadi ya masbro.

Ya pada akhirnya, kami menyampaikan ke konsumen bahwa harus ganti fuelpump yang harganya sekitar Rp. 4.5 jutaan. Dan tidak lagi menggunakan bahan bakar dengan oktan dibawah 92. Karena, beresiko motor bakal mengalami hal yang serupa lagi.

Wes jiaan…nombok karena sebuah kesalahan yang seharusnya tidak perlu dilakukan. Tapi ya mau gimana lagi, wong sudah terjadi juga kan.

Komentar